tulisan ini, ditulis karena hasil pengamatan penulis dari diskusi kelas A1-A2 IPDN Kalimantan Barat (mungkin ini pendapat penulis yang tak tersampaikan dalam diskusi)
Miris ya. bangsa kita tidak pernah malu.
sebenarnya kita jangan menyalahkan generasi saat ini.
mental, sifat, keadaan sekarang bisa kacau, boborok, hancur
itu juga karena orang-orang pada generasi dahulu. mungkin tidak semua, tapi oknum
yang bisa mempengaruhi orang banyak sehingga membuat keadaan seperti ini.
maka generasi saat ini mencontohi apa yang di lakukan mereka
seperti senior dan junior, junior akan mengikuti apa yang di lakukan senior
karena seperti itulah yang terus terjadi
selanjutnya kembali kepada kesadaran masyarakatnya.
INDONESIA bisa, tapi hanya sedikit yang sadar dan yang mau menyadarkan orang lain
untuk membangun bangsa. orang yang bisa sadarpun itu ketika mereka melihat keadaan Indonesia, merekapun bingung dan akhirnya hanya berdiam sendiri. akhirnya pemegang kekuasaan di Indonesia, bekerja sendiri dan mau berkuasa terus.
Sabtu, 09 April 2016
Selasa, 12 Januari 2016
kebebasan
Berlari... Berlari... Berlari... tapi tak ada yang mengejar
Berdiri tegap dan hanya bisa berdiam terpaku
Perasaan bergejolak, hati hancur, pikiran kacau
Jiwa mengamuk ingin sebuah kebebasan
kepercayaan yang terus dibangun
kesakitan menghancurkan harapan
tak hana batin yang merana
bebas, kebebasan... dimana kedamaian itu?
dikurung dalam diri sendiri dan tak bisa keluar
sehingga meremukan semangat
bebas, kebebasan... berikan kedamaian itu!
jangan kau tekan dan tahan itu,
untuk dirimu sendiri
Berdiri tegap dan hanya bisa berdiam terpaku
Perasaan bergejolak, hati hancur, pikiran kacau
Jiwa mengamuk ingin sebuah kebebasan
kepercayaan yang terus dibangun
kesakitan menghancurkan harapan
tak hana batin yang merana
bebas, kebebasan... dimana kedamaian itu?
dikurung dalam diri sendiri dan tak bisa keluar
sehingga meremukan semangat
bebas, kebebasan... berikan kedamaian itu!
jangan kau tekan dan tahan itu,
untuk dirimu sendiri
Senin, 02 November 2015
Hasil Pikiran 19 Praja Kelas A-1 menjadi satu puisi yang menarik
Ketika motivasi t'lah sirna
terbayang sejekan bayang-bayang senyummu
senyuman sederhana yang meneduhkan
yang membuatku sadar akan artimu
akupun senang
menikmati hangatnya secangkir kopi pancong
yang bisa kau siapkan untukku, saat aku mulai terasa lelah
itu membuatku semakin menyayangimu, menjagamu disetiap mataku
maafkan dosaku
yang t;lah mengkhianatimy
dan pergi jauh darimu
biarkanlah diriku
menyendiri merenungi nasib yang ada
yang mungkin tidak dapat kurasakan lagi
rasa cinta dan sayangmu kepadaku
adalah hal yang nyata
hal yang sulit dikatakan
ketika jarak jauh namun hanya dapat disiman dalam hati
kaulah motivasiku
Kelas A-1 angkatan XXV - 2015
Kampus IPDN Kalimantan Barat
terbayang sejekan bayang-bayang senyummu
senyuman sederhana yang meneduhkan
yang membuatku sadar akan artimu
akupun senang
menikmati hangatnya secangkir kopi pancong
yang bisa kau siapkan untukku, saat aku mulai terasa lelah
itu membuatku semakin menyayangimu, menjagamu disetiap mataku
maafkan dosaku
yang t;lah mengkhianatimy
dan pergi jauh darimu
biarkanlah diriku
menyendiri merenungi nasib yang ada
yang mungkin tidak dapat kurasakan lagi
rasa cinta dan sayangmu kepadaku
adalah hal yang nyata
hal yang sulit dikatakan
ketika jarak jauh namun hanya dapat disiman dalam hati
kaulah motivasiku
Kelas A-1 angkatan XXV - 2015
Kampus IPDN Kalimantan Barat
Hasil Pikiran 19 Praja Kelas A-2 menjadi satu puisi yang menarik
Saat malam datang
bulan muncul untuk menerangi
disela-sela awan yang begitu tebal
sekalipun kau teristimewa, kau selalu ada
aku bingung
dimana suara katak bernyanyi
di kampus kita ini
ingin langkahku bersama hujan menghapus kelabumu
ku selimuti tubuhku
baper aku jadinya
kenapa kamu selalu lari-lari dipikiranku
ini membuatku tambah bingung
ku coba mencari jawabannya
dan hasilnya
ku bertanya-tanya pada diriku tentang apa yang kurasakan
apa benar inikah rasa yang selama ini ku inginkan
dan pada akhirnya
ku tetap memilihmu
yang menjadikanku memiliki art hidup sesungguhnya
untuk selamanya
Kelas A-2 angkatan XXV - 2015
Kampus IPDN Kalimantan Barat
bulan muncul untuk menerangi
disela-sela awan yang begitu tebal
sekalipun kau teristimewa, kau selalu ada
aku bingung
dimana suara katak bernyanyi
di kampus kita ini
ingin langkahku bersama hujan menghapus kelabumu
ku selimuti tubuhku
baper aku jadinya
kenapa kamu selalu lari-lari dipikiranku
ini membuatku tambah bingung
ku coba mencari jawabannya
dan hasilnya
ku bertanya-tanya pada diriku tentang apa yang kurasakan
apa benar inikah rasa yang selama ini ku inginkan
dan pada akhirnya
ku tetap memilihmu
yang menjadikanku memiliki art hidup sesungguhnya
untuk selamanya
Kelas A-2 angkatan XXV - 2015
Kampus IPDN Kalimantan Barat
Jumat, 05 Juni 2015
terima kasih mentari
Hi mentari hidupku
aku bisa bangun, bisa berdiri,
bisa menjalani hari ini
karena cahayamu yang
terus menguatkanku
saat siang hari
aku mulai kelelahan, mulai bosan
namun mentariku tetap memberi
cahayanya, semakin tajam
mengisyaratkan bahwa aku
harus semangat!
aku bisa bangun, bisa berdiri,
bisa menjalani hari ini
karena cahayamu yang
terus menguatkanku
saat siang hari
aku mulai kelelahan, mulai bosan
namun mentariku tetap memberi
cahayanya, semakin tajam
mengisyaratkan bahwa aku
harus semangat!
Selasa, 26 Mei 2015
untuk mereka yang menyebut diri sahabatku
Sahabat,
bahkan untuk mengucapkan kata itu begitu susah.
dimana kehangatandar kata itu?
bagaimana mungkin semua kebersamaan ini hilang
bagai tarikan dan hembusan nafas
kita t'lah bersama merajut kasih
untuk wakt yang begitu lama di masa lalu
dan untuk waktu yang panjang di masa depan
bagaimana kita bisa berdampingan
jika hati kita tak bisa berdampingan
kita memang bersama tapi hati dan pikiran kita
tak bisa bersatu..
sedikit lagi kita akan menyebar dan melanjutkan cita,
tapi apa yang terjadi kita bukan hanya terpisah jarak
namun juga hati dan pikiran.
kapan lagi kita bersama..
kapan kita bermanja..
sahabat sekarang kita ada diantara 1 & 2
diantaranya terdapat 0.000000001 dan sekian
untuk bisa mencapai angka 2.
SULUT - XXV - IPDN
bahkan untuk mengucapkan kata itu begitu susah.
dimana kehangatandar kata itu?
bagaimana mungkin semua kebersamaan ini hilang
bagai tarikan dan hembusan nafas
kita t'lah bersama merajut kasih
untuk wakt yang begitu lama di masa lalu
dan untuk waktu yang panjang di masa depan
bagaimana kita bisa berdampingan
jika hati kita tak bisa berdampingan
kita memang bersama tapi hati dan pikiran kita
tak bisa bersatu..
sedikit lagi kita akan menyebar dan melanjutkan cita,
tapi apa yang terjadi kita bukan hanya terpisah jarak
namun juga hati dan pikiran.
kapan lagi kita bersama..
kapan kita bermanja..
sahabat sekarang kita ada diantara 1 & 2
diantaranya terdapat 0.000000001 dan sekian
untuk bisa mencapai angka 2.
SULUT - XXV - IPDN
Sabtu, 09 Mei 2015
Masalah di Indonesia
Masalah di negeri kita tercinta INDONESIA sekarang ini
bukan hanya tentang kemiskinan dan kesejahteraan atau korupsi dan apalah itu
tapi masalah sebenarnya terletak pada
KEPENDUDUKAN
itu menurut pandangan saya. banyak hal yang bisa dilihat.
perhatikan lagi Indonesia maka semua akan mengerti hal itu
bukan hanya tentang kemiskinan dan kesejahteraan atau korupsi dan apalah itu
tapi masalah sebenarnya terletak pada
KEPENDUDUKAN
itu menurut pandangan saya. banyak hal yang bisa dilihat.
perhatikan lagi Indonesia maka semua akan mengerti hal itu
Langganan:
Postingan (Atom)